Saturday, August 26, 2017

Wednesday, May 17, 2017

Tuesday, May 9, 2017

Pelantikan KKMB Koperti UNM

Salam Perjuangan!!!

Alhamdulillah hari ini Pelantikan KKMB Koperti UNM berjalan dengan lancar dan sukses.

Terima kasih kepada Rektor UNM atas wejangannya, kepada Kakanda Arum Spink dan Kakanda Wawan Mattaliu atas ilmunya pada agenda Dialog Budaya, kepada Ketua Umum PB KKMB yang telah melantik kami, kepada dewan Senior KKMB atas arahan dan bimbingannya, kepada rekan seperjuangan Pengurus KKMB Koperti UNM atas solidaritas dan empatinya utk masa depan yang satu, serta kepada seluruh koloni Tau Bulukumba UNM atas dukungan dan kerukunannya.

Mali' Siparappe, Tallang Sipahua.

Wednesday, April 26, 2017

Reshuffle Menteri yang Bekerja di Zona Nyaman


Bismillahirramanirrahim
Salam Perjuangan, semoga keselamatan menyertai kita semua.

Apa kabar Citizen?
Sekian lama Saya tidak muncul di jagad persilatan para Blogger. Saya bahkan sudah hampir lupa kalau Saya punya Personal Blog, Hehehe tapi jangan khawatir meskipun begitu Saya tidak akan terlepas dari aktivitas-aktivitas pengawalan perubahan. Kita insan cita diciptakan dengan potensi kreatif sehingga kita dapat menggunakan berbagai cara dalam mencapai sebuah tujuan selama itu tidak menyalahi pedoman-pedoman yang berlaku. Jadi, mengawal perubahan itu bukan hanya melalui Blog saja. Betul?!

Berhubung Saya lagi online maka Saya ingin berbagi pandangan tentang kondisi yang lagi hangat diperbincangkan hari ini. Sesuai dengan judul tulisan Saya ini "Resuffle Menteri yang Bekerja di Zona Nyaman", Saya ingin membicarakan tentang fenomena pada pemerintah hari ini.

Ya kepemerintahan JOKOWI-JK dimana JOKO WIDODO yang sedang duduk di kursi kepresidenan sedang hangat diberitakan terkait issu resuffle kabinetnya oleh media-media skala nasional. Banyak pro dan kontra dari beberapa negarawan menyikapi issu tersebut. Hal ini pun membuat Saya tertarik untuk memperbiancangkan issu tersebut bersama sahabat-sahabat Saya sehingga akhirnya Saya ingin menuliskan suatu pandangan untuk Saya bagi kepada para Citizen.

Resuffle kabinet adalah suatu penataan kembali terhadap struktural kepemerintahan dimana menteri-menteri yang dinilai memiliki hasil kinerja yang kurang memusakan bahkan tidak mampu mencapai target keberhasilan di masing-masing bidang kerjanya akan dicopot dan digantikan sebagai menteri oleh orang yang diyakini mampu menyelesaikan apa yang tidak mampu dilakukan oleh menteri sebelumnya.

Resuffle kabinet merupakan hak progratif Presiden Joko Widodo. Namun melakukan resuffle kabinet pada situasi hari ini dianggap kurang tepat oleh banyak negarawan. Ada yang beranggapan bahwa melakukan pergantian menteri di akhir-akhir masa jabatan presiden kurang efektif karena waktu yang dimiliki oleh menteri pengganti dapat terbilang singkat untuk melaksanakan pembaharuan. Ada juga yang melihat resuffle kabinet yang dilakukan oleh Presiden Jokowi sarat akan kepentingan politik dimana pertarungan pilkada DKI Jakarta banyak menyisakan kerugian bagi internal kubu partai Jokowi sendiri.

Kalau saya sendiri melihatnya banyak hal yang harus diperhatikan oleh Pak Joko Widodo sebelum mengambil keputusan untuk melakukan resuffle kabinetnya atau tidak. Terutama pada aspek-aspek yang bersinggungan langsung dengan kepentingan-kepentingan yang pro rakyat, bukan malah karena faktor keuntungan politis partai oleh dia yang sedang memegang kursi kekuasaan. Karena pada dasarnya pemerintah hadir tidak lain untuk menjaga arah gerak negara sehingga setiap insan yang menjadi warga negara di dalamnya dapat menjaga keberlangsungan hidupnya yaitu rakyat Indonesia.

Apakah Presiden Jokowi akan melakukan resuffle kabinet atau tidak itu merupakan pilihan yang hanya dimiliki oleh presiden sendiri. Namun Saya sangat setuju dengan dilakukannya resuffle kabinet apabila Presiden Joko Widodo memperhatikan kinerja-kinerja para menteri-meteri yang kurang berprestasi. Menteri-menteri yang hanya sekedar menyandang jabatan sebagai menteri tetapi tidak menunjukan perubahan yang signifikan selama menjabat harusnya dicopot saja. Sebagai menteri harus menunjukkan kinerja, tidak boleh hanya sekedar bekerja di zona nyaman. Rakyat memiliki banyak tuntutan yang harus dipenuhi, dan itulah resiko menjadi  menteri.

Bagaimana menurut Citizen?
Saya kira memang banyak perbedaan pendapat di antara kita, namun inilah pendapat dan pesan saya kali ini. Intinya jangan berani-berani menjadi menteri kalau hanya untuk mencari kenyamanan. Betul?!
Saya harap apa yang saya tuliskan disini dapat dimaknai dengan baik sehingga dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Sekian untuk tulisan kali ini, tetaplah berada di garis-garis perjuangan.
Yakin Usaha Sampai.

Thursday, February 23, 2017