Showing posts with label Mahasiswa. Show all posts
Showing posts with label Mahasiswa. Show all posts

Sunday, January 13, 2019

Mahasiswa Malas Kajian di Perkumpulan Organisasi, Apakah Kesalahan Organisasinya?


Agent of change. Titik terberat dalam membawa peran sebagai mahasiswa terletak pada fungsinya sebagai agen perubahan. Ketika Anda telah tersematkan status mahasiswa maka saat itu pula Anda harus siap untuk dipersalahkan atas adanya kondisi-kondisi buruk di masyarakat yang cenderung stagnan dan tidak berubah. Penderitaan-penderitaan yang terjadi di masyarakat akan menjadi tolak ukur kualitas mahasiswa yang tinggal di lingkungan masyarakat itu.

Seorang agen perubahan memerlukan kualitas yang dibutuhkan oleh lingkungan yang inginkan perubahan itu. Adalah sebuah kepastian bagi masyarakat untuk keluar dari penderitaan yang dialaminya. Masyarakat ingin mendapatkan perubahan terhadap kondisi yang menimpanya. Meskipun bukan satu-satunya tetapi mahasiswa tetaplah harus bertanggungjawab untuk menstimulasi perubahan pada masyarakat di lingkungannya itu.

Untuk mendapatkan kualitas itu, seorang mahasiswa harus terbiasa untuk menempa diri di kampus melalui berbagai metode yang salah satunya adalah kajian. Besar kecilnya perubahan yang tercipta sangat dipengaruhi oleh kualitas mahasiswa. Meningkatnya penderitaan masyarakat di suatu lingkungan adalah nilai yang paling jelas dari bobroknya kualitas mahasiswa di lingkungan itu.

Kajian merupakan alat untuk memperluas wawasan yang bisa menjadi landasan gerakan-gerakan perubahan. Fenomena kajian hari ini terlihat pada tren negatif. Stigma muncul kepada mahasiswa mengikuti sebuah kajian sehingga banyak yang menghindari aktivitas-aktivitas kajian. Bahkan sangat banyak mahasiswa hari ini yang diajak secara langsung pun rata-rata langsung berpikiran negatif lalu mencari alasan bahwa memiliki kesibukan yang lebih penting daripada mengikuti kajian itu.

Penghindaran oleh mahasiswa ini adalah kesalahan pengurus organisasi yang payah dalam memanagemen aktivitas kajian. Itu kesimpulan yang muncul dalam internal kebanyakan organisasi dalam mempertahankan aktivitas kajian sehingga solusi yang muncul sebagai tindak lanjut untuk memperbaiki keadaan adalah aktivitas kajian harus dibuat semenarik mungkin sesuai selera mahasiswa itu. Oh saya bukan seperti itu cara melihat pokok permasalahannya.

Saya melihat ini adalah kekeliruan dalam memandang permasalahan bagi internal organisasi itu. Mahasiswa sekarang ini menghindar bukan karena bosan dengan kajian itu sehingga internal organisasi harus membuat kajian dengan metode yang lebih menarik. Contohnya seperti yang awalnya melingkar biasa dalam lingkungan kampus harus diganti menjadi dalam bentuk camp di luar kampus. Justru lebih rendah dari itu, mereka tidak pernah mencapai kualitas bosan karena mahasiswa yang bosan adalah mahasiswa yang rajin kajian tetapi telah jenuh dengan isi dan sensasi dari kajian itu. Jadi jangankan bosan, mencoba ijkut saja belum, apalagi mau bosan.

Fenomenanya adalah mahasiswa kini tidak punya semangat untuk kajian, walau bagaimana pun menariknya desain cover dari pamflet kajian atau bentuk metode pelaksanaan kajiannya. Ya sudah banyak bukti kajian yang pesertanya sedikit meski telah dibuat dalam metode yang sangat menarik. Bahkan walau sedang dalam waktu luang dan meski kebetulan berada di lokasi tepat kajian itu dilaksanakan, kebanyakan mahasiswa itu hanya melewatkan dan enggan singgah untuk sekedar mengisi waktu luang. Justru lebih banyak yang berpikir bahwa waktu luang harus diisi sebisa mungkin untuk bermain game online.

Sebenaranya walau bagaimana pun metode pelaksanaan kajian itu tetaplah ia bisa menjadi ruang yang menambah wawasan atau memperkuat kerangka berpikir seorang mahasiswa tanpa harus sengaja dibuat menarik. Saya pun sering pergi meski jaraknya jauh untuk mengikuti sebuah kajian bukan karena dipengaruhi oleh tampilan cover pamflet atau pun bentuk kajiannya. Saya pergi ke kajian itu karena sebuah tujuan yang kuat dan dalam. Dan ini bersifat personal, yaitu tergantung visi misi pribadi dan kebutuhan saya.

Ya, jadi bukan salah oranisasi dalam memanajemen aktivitas kajian yang membuat mahasiswa malas untuk ikut kajian. Mahasiswa sekarang mengalami krisis kesadaran diri. Pengaruh-pengaruh dari sifat dan cara berpikir individualis menggerogoti semangat mereka dalam kajian. Mereka walaupun mengetahui dan melihat langsung bahwa banyak penderitaan yang terjadi dalam masyarakat tetap akan bersikap naif dan seolah-olah dirinya tidak ada beban mengenai hal itu. Yang pada akhirnya ketika dituntut secara fungsi sosial karena statusnya sebagai mahasiswa untuk menciptakan perubahan, maka akan dijawab dengan apa yang bisa saya lakukan?.

Kita harus sadar tentang fenomena ini bahwa kita harus kembali pada dasar. Untuk membangkitkan kembali alasan seorang mahasiswa mengikuti kajian. Membangkitkan kesadaran dirinya sebagai mahasiswa yang berfungsi sebagai agent of change. Mengingatkan untuk harus mempunyai kualitas dalam fungsi itu. Kita harus mulai lagi dari awal. Kita telah mengalami kemunduran.